Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Kutai Timur sementara adalah 253.847 orang, yang terdiri atas 137.882 laki-laki dan 115.965 perempuan dengan nilai sex ratio sebesar 119.
Sangatta Utara, Bengalon, dan Sangatta Selatan adalah 3 kecamatan dengan urutan teratas yang memiliki jumlah penduduk terbanyak yang masing-masing berjumlah 72.864 orang, 22.794 orang, dan 18.221 orang. Sedangkan kecamatan yang paling sedikit penduduknya yakni Busang sebanyak 4.202 orang.
Dengan luas wilayah Kabupaten Kutai Timur sekitar 35.747,5 kilometer persegi yang didiami oleh 253.847 orang maka rata-rata tingkat kepadatan penduduknya adalah sebanyak 7 orang per kilometer persegi.
Pada tahun 2000, menurut hasil Sensus Penduduk 2000 Kabupaten Kutai Timur mempunyai jumlah penduduk sebesar 146.510 orang, terdiri atas 78.787 orang laki-laki dan 67.723 orang perempuan.
Berarti dalam rentang waktu sepuluh tahun telah terjadi penambahan penduduk sejumlah 107.337 orang atau secara rata-rata terjadi pertumbuhan penduduk 5,70 persen per tahun.
Selengkapnya silakan unduh di sini.
Tampilkan postingan dengan label 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2010. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 Agustus 2010
Selasa, 17 Maret 2009
Sekilas Sensus Penduduk 2010

Indonesia kini sedang mempersiapkan sensus penduduk modern yang keenam yang akan diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000.
Menurut Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 205.1 juta jiwa, menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat terbesar setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Sekitar 121 juta atau 60.1 persen di antaranya tinggal di pulau Jawa, pulau yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan 103 jiwa per kilometer per segi. Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta.
Dalam Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang akan datang diperkirakan akan dicacah penduduk yang bertempat tinggal di sekitar 65 juta rumahtangga. Untuk keperluan pencacahan ini akan dipekerjakan sekitar 600 ribu pencacah yang diharapkan berasal dari wilayah setempat sehingga mengenali wilayah kerjanya secara baik. Pencacah dilatih secara intensif selama tiga hari sebelum diterjunkan ke lapangan.
Langganan:
Postingan (Atom)
